Perbedaan Bore Pile Dan Strauss Pile

Didunia konstruksi bangunan, pondasi merupakan elemen yang krusial karena menjadi penopang utama beban seluruh bangunan, Jika pondasi tidak sesuai dengan kondisi tanah atau salah perhitungan bisa mengakibatkan retknya struktur bangunan hingga kerusakan permanen pada bangunan.

Ada dua metode pondasi dala yang sering digunakan yaitu bore pile dan strauss pile. Sekilas keduanya mempunyai persamaan, dibuat dengan cara pengeboran dan pengecoran beton didalam tanah. Namun secara teknis, keduanya memiliki perbedaan secara teknis dalam pengerjaan, diameter, kedalaman, kapasitas beban, biaya dan peruntukan proyek.

Artikel ini akan membahas secara lengkap mengenai perbedaan bore pile dan strauss pile.

Pengertian Bore Pile

Bore pile adalah metode pondasi dalam yang dibuat dengan cara mengebor tanah menggunakan mesin bor, seperti mini crane dan gawangan. Setelah lubang mencapai kedalaman yang ditentukan, besi tulangan dimasukkan dan dilakukan pengecoran.

Metode ini digunakan untuk:

  • Rumah bertingat.
  • Gedung bertingkat.
  • Gudang dan pabrik.
  • Proyek dengan beban berat.

Bore pile mampu mencapai kedalaman yang lebih dalam dan diameter yang lebih besar.

Pengertian Strauss Pile

Strauss Pile adalah metode pondasi dalam yang dibuat menggunakan bor manual atau semi-manual menggunakan tenaga manusia. Tanah dibor secara bertahap kemudian diisi besi tulangan dan dicor beton.

Strauss pile cocok digunakan untuk:

  • Rumah 1-2 lantai.
  • Bangunan ringan.
  • Area padat penduduk tanpa akses alat berat.

Metode ini lebih ekonomis dibanding borepile, tapi memiliki keterbatasan kedalaman, diameter dan kapasitas beban.

Perbedaan Bore Pile Dan Strauss Pile Secara Teknis

1. Metode Pengerjaan

Bore Pile

  • Menggunakan mesin bor mekanis
  • Diameter lubang lebih presisi.
  • Proses pengeboran lebih cepat
  • Cocok digunakan untuk proyek skala besar.

Strauss Pile

  • Menggunaan alat bor manual.
  • Diameter terbatas.
  • Tidak memerlukan alat berat.
  • Cocok untuk proyek skala kecil hingga menengah.

2. Perbedaan Diameter Dan Kedalaman

Bore pile

  • Diameter : 30 – 80 cm lebih.
  • Kedalaman bisa mencapai 15 – 30 meter (tergantung kondisi tanah)

Strauss Pile

  • Diameter : 25 – 40 cm
  • Kedalaman bisa mencapai 6 – 8 meter (tergantung kondisi tanah)

Semakin besar diameter dan dalam, semakin besar daya dukungnya.

3. Kapasitas Daya Dukung

Bore pile dapat menopang beban jauh lebih besar dikarenakan:

  • Diameer besar.
  • Kedalaman mencapai lapisan tanah yang paling keras.
  • Bisa menembus tanah lunak atau berair.
  • Proses pengeboran stabil.

Strauss pile emiliki daya dukung terbatas, sehingga cocok untuk proyek ringan.

4. Kondisi Tanah

Bore pile cocok untuk:

  • Tanah lembek.
  • Tanah berair.
  • Tanah gambut.
  • Tanah dengan daya dukung rendah.
  • Area rawa.

Strauss pile cocok untuk:

  • Tanah yang relatif stabil.
  • Proyek perumahan.
  • Tanah keras diedalaman dangkal.

5. Perbedaan Biaya

Secara tenis:

  • Strauss pile lebih murah per meternya.
  • Bore pile lebih mahal karena menggunakan mesin dan kapasitas lebih besar.

Akan tetapi biaya harus dihitung berdasarkan Diameter, kedalaman, jumlah titik pondasi, dan kondisi tanah. Memilih metode hanya berdasarkan harga tanpa pertimbangan bisa beresiko dalam jangka panjang.

6. Dampak Lingkungan Dan Kebisingan

Kedua metode ini memiliki keunggulan dibanding dengan tiang pancang karena:

  • Minim getaran.
  • tidak menimbulkan suara keras/kebisingan seperti pemancangan.
  • Aman untuk bangunan sekitar proyek.

Kelebihan Dan Kekurangan Bore Pile

Kelebihan:

  1. Cocok untuk bangunan bertingkat.
  2. Kedalaman dan diameter fleksibel.
  3. Stabil dan presisi dalam pengeboran.
  4. Daya dukung besar.

Kekurangan:

  1. Biaya lebih mahal.
  2. Membutuhkan akses alat.

Kelebihan Dan Kekurangan Strauss Pile

Kelebihan:

  1. Biaya lebih ekonomis.
  2. Cocok untuk area terbatas.
  3. Tidak memerlukan akses alat berat.

Kekurangan:

  1. Kedalaman dan diameter terbatas.
  2. Daya dukung kecil.

Kapan Harus Menggunakan Bore Pile?

Bore pile digunakan untuk:

  • Bangunan 2 lantai atau lebih.
  • Tanah tidak stabil atau lunak.
  • Proyek komersial atau industri.
  • Struktur yang memiliki beban berat.

Kapan Harus Menggunakan Strauss Pile?

Strauss pile digunakan untuk:

  • rumah / bangunan 1-2 lantai.
  • Akses proyek terbatas.
  • Anggaran terbatas.
  • Beban bangunan ringan.

Resiko Salah Memilih Pondasi

Kesalahan dalam pemilihan metode pondasi dapat menyebabkan:

  • Penurunan tanah.
  • Keretakan pada dinding dan kolom.
  • Kemiringan struktur bangunan.

Untuk itu sangat disarankan untuk melakukan soil test terlebih dahulu sebelum menentukan metode pondasi.

Kesimpulan

Perbedaan antara bore pile dan strauss pile ini terletak pada pengerjaan, diameter, kedalaman, kapasitas beban dan biaya. Bore pile sangat cocok digunakan untuk proyek berskala besar, Sedangkan strauss pile lebih ekonomis untuk proyek kecil dan rumah tinggal.

Pemilihan metode harus mempertimbangkan kondisi tanah dan kebutuhan strukur bangunan, bukan sekedar harga. Dengan memilih metode yang tepat, bangunan akan lebih kokoh, kuat dan tanah lama.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top